Keluh Kesah

    Setiap manusia memang berhak untuk mengeluh atas apapun keresahan yang dirasakan, namun tidak dapat diartikan bahwa mengeluh bisa dilakukan dengan sebebas dan sesering mungkin. Banyak hal yang harus dipahami tentang kekuatan batin ataupun mental seseorang dalam menerima keresahan, mental manusia tidak diciptakan untuk menjadi lemah jika saja tidak terus-terusan dilayani dengan keluhan-keluhan yang selalu saja diucapkan, dan juga tidak terlalu kuat untuk memendam semua keresahan, yang artinya dalam hal keresahan boleh saja dikeluhkan, namun tidak juga selalu sedikit-sedikit mengeluh. 

    Manusia diciptakan dengan kemampuan yang berbeda, baik dari fisik dan mental. Tidak elok jika sesama manusia menyamakan kemampuan antara yang satu dengan yang lain, toh sang pencipta saja membeda-bedakan. Terkadang ketika seseorang sedang melakukan sebuah pencurahan keresahannya melalui keluhan-keluhan, kita sering kali tanpa sadar atau pun sadar malah membanding-bandingkan dengan keresahan yang kita alami dengan kalimat “lu mah masih mending daripada gua....”.

    Membandingkan boleh saja dilakukan dengan  tujuan untuk memperkuat diri dengan mengambil sisi positif dari apa yang orang lain alami, namun tidak untuk menyudutkan orang tersebut dengan menganggapnya lebih lemah daripada kita. Mungkin saja mereka yang melakukan keluh kesah itu dalam keadaan yang diluar batas mereka untuk memendam keresahan-keresahan yang mereka rasakan, atau juga karena mereka ingin terlihat kuat dengan penderitaan yang sebenarnya mereka masih mampu menahannya, atau mungkin mereka sedang mencari perhatian, dan kemungkinan-kemungkinan lainnya yang tidak bisa kita ketaui jelasnya. Namun yang jelas, keluh kesah atas keresahan adalah hak pribadi seseorang. Seringkali terjadi sebuah penempatan keluhan yang salah, diluar dari hak seseorang untuk menyampaikan keluhan, seharusnya keluhan itupun juga harus tahu tempatnya.

 

 


Komentar