Tebentur, Terbentur, Hancur
Apakah yang tampak itu pasti menggambarkan kebenaran? Seperti dia yang selalu terlihat terbuka dalam setiap suka maupun duka pada kisah hidupnya, apakah semuanya nampak pada kejadian yang sebenarnya pada dalam hatinya? Kadang kala seseuatu yang dirasakan tidak bisa digambarkan pada ekspresi diri atau seuntai kalimat keluh kesah, ada juga yang memilih jalan untuk diam karena merasa bingung harus bagaimana lagi, karena tidak semuanya yang diluapkan akan menjadi penyelesaian akhir dari perasaan yang bisa melegakan.
Boleh saja menganggap seseorang
memiliki mental yang kuat karena bisa tahan atas berbagai macam tekanan, namun
seperti yang kita ketahui bahwa sebuah mesin saja yang diciptakan tanpa
perasaan, bisa mengalami kerusakan jika terus dipaksa untuk bekerja lebih
keras. Ada yang berkata “terbentur, terbentur, terbentuk” tapi tidak semuanya
yang mengalami benturan akan menjadi terbentuk sesuai dengan ekspetasi, ada
juga yang “terbentur, terbentur, hancur”. Bagaimana seseorang bisa terbentuk
dengan cara dia terbentur jika dia tidak punya arah bentuk apa yang dia tuju.
Komentar
Posting Komentar